Rabu, 02 November 2011

baru jadul


 Kunang-kunang

Hari-hari yang telah lewat

Derap penanggalan yang rupa berupa barisan gerbong tua
Tetapi kita tak jua kunjung bosan membelah malam
Menjadi dua cermin retak dipantulkannya kita saling mencari

Seperti ada seekor kunang-kunang yang hilang
Sedang kita tak ingin cengeng pada nasib
Dimanakah kita pernah melepaskannya…..
Adakah yang bernama KELAK akan mempertemukan
Kembali kunag-kunang itu….?

Kita sama menelingkupi sepi
Sebaris kenangan yang tak luas
Setitik cahaya redup
Namun malam terlanjur jauh senantiasa
Dan kita terlanjur tak tuntas mengungkap rahasia
Apakah yang dapat kita temikan dalam kelam…?
Dua cermin retak kunang-kunang itu??....
Bisakah kita menangkap hari-hari yang lewat?...

(NN)

Rabu, 18 Agustus 2004

A K U

AKU

Kalau sampai waktuku
Ku mau tak seorang kan merayu
Tidak juga kau
Tak perlu sedu sedan itu

               Aku ini binatang jalang
               Dari kumpulannya terbuang

Biar peluru menembus kulitku
Aku tetap meradang menerjang
Luka dan bisa kubawa berlari
Berlari
Hingga hilang pedih peri

                   Dan aku akan lebih tidak perduli
                   Aku mau hidup seribu tahun lagi

Maret 1943